Ilmu Alamiah Dasar ( Bab 3 : 3.3 )

Standard

3.3 Geografi Kehidupan

A. Persebaran Makhluk Hidup

Persebaran makhluk hidup ada 3 cara, yaitu:

  1. Gang (koridor) : Penyebaran melalui bermacam-macam habitat.
  2. Filter : Penyebaran melalui gang dengan kisaran habitat yang terbatas sehingga hanya sebagian biota saja yang menyebar.
  3. Untung-untungan : Penyebaran yang kebetulan. Contohnya kelapa yang ada di pinggir pantai yang terbawa oleh air.

Ada 3 lingkungan utama/tempat tinggal (Biocyrcle) makhluk hidup, yaitu:

  1. Darat
  2. Air Tawar
  3. Air Asin

Faktor penyebaran makhluk hidup di permukaan bumi tidak merata yaitu:

  1. Faktor Klimatik

    • Suhu, kerena tidak semua makhluk hidup mampu hidup di segala suhu, mereka memiliki persyaratan suhu tersendiri.
    • Kelembapan
      Udara, uap air yang terkandung dalam massa udara. Ada empat kelompok
      utama, yaitu xerophyta, mesophyta, hyqrophyta, dan tropophyta.
    • Angin, alat transportasi yang memindahkan awan/uap air dari satu tempat ke tempat yang lainnya.
    • Curah Hujan, air hujan yang turun ke permukaan bumi, akan menjadi persediaan air tanah.
  2. Faktor Edafik (jenis tanah) berpengaruh terhadap tanaman.
  3. Faktor Fisiologi, ketinggian tempat dan bentuk wilayah.
  4. Faktor Biotik, manusia mengolah dan memanfaatkan lingkungannya.

Persebaran Tumbuhan di Indonesia:

  1. Pulau Sumatera : Beringin raksasa, bakau, anggrek, pinus.
  2. Pulau Jawa : Akasia, pinus, jati, cemara, kina, rasamala.
  3. Kep. NT : Akasia, cendana, kayu putih, kemiri.
  4. Pulau Bali : Pala, kayu cempaka, cemara geseng.
  5. Pulau Kalimantan : Kayu kamper, rotan, bambu, kayu samin.
  6. Pulau Sulawesi : Anggrek putih, pinus, rotan, jati, agastin.
  7. Kep. Maluku : Kayu putih, sagu, anggrek.
  8. Pulau Papua : Tumbuhan bakau, sagu, anggrek.

Persebaran Hewan di Indonesia:
Alfred Russel membagi persebaran fauna menjadi 3 bagian, yaitu:

  1. Wilayah Asiatis/ Barat/ Tanah sunda : Kijang, kancil, trenggiling, pesut.
  2. Wilayah Tengah/ Kep. Wallacea/ Peralihan : komodo, tarsius, anoa, burung maleo.
  3. Wilayah Australis/ Timur/ Tanah sahul : cendrawasih, walabi, kasuari, opossum.

Garis yang membatasi persebaran fauna di wilayah Asiatis dengan wilayah Tengah disebut garis Wallacea, sedangkan garis yang membatasi persebaran fauna di wilayah Tengah dan wilayah Australis disebut garis Weber.

B. Pembagian Iklim Dunia

Pembagian Iklim
Iklim di suatu daerah berkaitan erat dengan letak garis lintang dan ketinggiannya di muka bumi. Berdasarkan letak garis lintang dan ketinggian tersebut, maka iklim dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu iklim matahari dan iklim fisis.

  1. Iklim Matahari
    Iklim matahari didasarkan pada banyak sedikitnya sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi.

    • Iklim Tropis
      Iklim tropis terletak antara 0° – 231/2° LU/LS dan hampir 40 % dari permukaan bumi. Ciri-ciri iklim tropis adalah sebagai berikut:

      1. Suhu udara rata-rata tinggi, karena matahari selalu vertikal. Umumnya suhu udara antara 20- 23°C. Bahkan di beberapa tempat rata-rata suhu tahunannya mencapai 30°C.
      2. Amplitudo suhu rata-rata tahunan kecil. Di kwatulistiwa antara 1 – 5°C, sedangkan ampitudo hariannya lebih besar.
      3. Tekanan udaranya rendah dan perubahannya secara perlahan dan beraturan. Hujan banyak dan lebih banyak dari daerah-daerah lain di dunia.
    • Iklim Sub Tropis
      Iklim sub tropis terletak antara 231/2° – 40°LU/LS. Daerah ini merupakan peralihan antara iklim tropis dan iklim sedang. Ciri-ciri iklim sub tropis adalah sebagai berikut:

      1. Batas yang tegas tidak dapat ditentukan dan merupakan daerah peralihan dari daerah iklim tropis ke iklim sedang.
      2. Terdapat empat musim, yaitu musim panas, dingin, gugur, dan semi. Tetapi musim dingin pada iklim ini tidak terlalu dingin. Begitu pula dengan musim panas tidak terlalu panas.
      3. Suhu sepanjang tahun menyenangkan. Maksudnya tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
      4. Daerah sub tropis yang musim hujannya jatuh pada musim dingin dan musim panasnya kering disebut daerah iklim Mediterania, dan jika hujan jatuh pada musim panas dan musim dinginnya kering disebut daerah iklim Tiongkok.
    • Iklim Sedang
      Iklim sedang terletak antara 40°- 661/2° LU/LS. Ciri-ciri iklim sedang adalah sebagai berikut:

      1. Banyak terdapat gerakan-gerakan udara siklonal, tekanan udara yang sering berubah-ubah, arah angin yang bertiup berubah-ubah tidak menentu, dan sering terjadi badai secara tiba-tiba.
      2. Amplitudo suhu tahunan lebih besar dan amplitudo suhu harian lebih kecil dibandingkan dengan yang terdapat pada daerah iklim tropis.
      3. Iklim Dingin (Kutub)
      4. Iklim dingin terdapat di daerah kutub. Oleh sebab itu iklim ini disebut pula sebagai iklim kutub. Iklim dingin dapat dibagi dua, yaitu iklim tundra dan iklim es.

      Ciri-ciri iklim tundra adalah sebagai berikut:

      1. Musim dingin berlangsung lama.
      2. Musim panas yang sejuk berlangsung singkat.
      3. Udaranya kering.
      4. Tanahnya selalu membeku sepanjang tahun.
      5. Di musim dingin tanah ditutupi es dan salju.
      6. Di musim panas banyak terbentuk rawa yang luas akibat mencairnya es di permukaan tanah.
      7. Vegetasinya jenis lumut-lumutan dan semak-semak.

      Wilayahnya meliputi: Amerika utara, pulau-pulau di utara Kanada, pantai selatan Greenland, dan pantai utara Siberia. Sedangkan ciri-ciri iklim es atau iklim kutub adalah sebagai berikut:

      1. Suhu terus-menerus rendah sekali sehingga terdapat salju abadi.
      2. Wilayahnya meliputi: kutub utara, yaitu Greenland (tanah hijau) dan Antartika di kutub selatan.
  2. Iklim Fisis
    Apa yang dimaksud dengan iklim fisis. Iklim fisis adalah menurut keadaan atau fakta sesungguhnya di suatu wilayah muka bumi sebagai hasil pengaruh lingkungan alam yang terdapat di wilayah tersebut. Misalnya, pengaruh lautan, daratan yang luas, relief muka bumi, angin, dan curah hujan. Iklim fisis dapat dibedakan menjadi iklim laut, iklim darat, iklim dataran tinggi, iklim gunung/pegunungan dan iklim musim (muson).

    • Iklim laut (Maritim)
      Iklim laut berada di daerah tropis dan sub tropis; dan daerah sedang. Keadaan iklim di kedua daerah tersebut sangat berbeda.
      Ciri iklim laut di daerah tropis dan sub tropis sampai garis lintang 40°, adalah sebagai berikut:

      1. Suhu rata-rata tahunan rendah.
      2. Amplitudo suhu harian rendah/kecil.
      3. Banyak awan.
      4. Sering hujan lebat disertai badai.

      Ciri-ciri iklim laut di daerah sedang, yaitu sebagai berikut: Amplituda suhu harian dan tahunan kecil.

      1. Banyak awan.
      2. Banyak hujan di musim dingin dan umumnya hujan rintik-rintik.
      3. Pergantian antara musim panas dan dingin terjadi tidak mendadak dan tiba-tiba.
    • Iklim Darat (Kontinen)
      Iklim darat dibedakan di daerah tropis dan sub tropis, dan di daerah sedang. Ciri-ciri iklim darat di daerah tropis dan sub tropis sampai lintang 40(, yaitu sebagai berikut :

      1. Amplitudo suhu harian sangat besar sedang tahunannya kecil.
      2. Curah hujan sedikit dengan waktu hujan sebentar disertai taufan.

      Ciri iklim darat di daerah sedang, yaitu sebagai berikut:

      1. Amplitudo suhu tahunan besar.
      2. Suhu rata-rata pada musim panas cukup tinggi dan pada musim dingin rendah.
      3. Curah hujan sangat sedikit dan jatuh pada musim panas.
    • Iklim Dataran Tinggi
      Iklim ini terdapat di dataran tinggi dengan ciri-ciri, adalah sebagai berikut:

      1. Amplitudo suhu harian dan tahunan besar.
      2. Udara kering.
      3. Lengas (kelembaban udara) nisbi sangat rendah.
      4. Jarang turun hujan.
    • Iklim Gunung
      Iklim gunung terdapat di dataran tinggi, seperti di Tibet dan Dekan. Ciri-cirinya, yaitu sebagai berikut:

      1. Amplitudo suhu lebih kecil dibandingkan iklim dataran tinggi.
      2. Terdapat di daerah sedang.
      3. Amplitudo suhu harian dan tahunan kecil.
      4. Hujan banyak jatuh di lereng bagian depan dan sedikit di daerah bayangan hujan.
      5. Kadang banyak turun salju.
    • Iklim Musim (Muson)
      Iklim ini terdapat di daerah yang dilalui iklim musim yang berganti setiap setengah tahun. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:

      1. Setengah tahun bertiup angin laut yang basah dan menimbulkan hujan;
      2. Setengah tahun berikutnya bertiup angin barat yang kering dan akan menimbulkan musim kemarau.

Selain pembagian iklim menurut letak garis lintang dan ketinggian tempat, berikut ini akan diuraikan tentang pembagian iklim menurut beberapa para ahli antara lain :

    1. Pembagian Iklim Menurut Dr. Wladimir Koppen
      Pada tahun 1918 Dr Wladimir Koppen (ahli ilmu iklim dari Jerman) membuat klasifikasi iklim seluruh dunia berdasarkan suhu dan kelembaban udara. Kedua unsur iklim tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap permukaan bumi dan kehidupan di atasnya. Berdasarkan ketentuan itu Koppen membagi iklim dalam lima daerah iklim pokok. Masing-masing daerah iklim diberi simbol A, B, C, D, dan E.

      1. Iklim A atau iklim tropis. Cirinya adalah sebagai berikut:
        • Suhu rata-rata bulanan tidak kurang dari 18°C.
        • Suhu rata-rata tahunan 20°C-25°C.
        • Curah hujan rata-rata lebih dari 70 cm/tahun.
        • Tumbuhan yang tumbuh beraneka ragam.
      2. Iklim B atau iklim gurun tropis atau iklim kering, dengan ciri sebagai berikut:
        • Terdapat di daerah gurun dan daerah semiarid (steppa).
        • Curah hujan terendah kurang dari 25,4/tahun, dan penguapan besar.
      3. Iklim C atau iklim sedang. Ciri-cirinya adalah suhu rata-rata bulan terdingin antara 18° sampai -3°C.
      4. Iklim D atau iklim salju atau microthermal. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut: Rata-rata bulan terpanas lebih dari 10°C, sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin kurang dari – 3°C.
      5. Iklim E atau iklim kutub . Cirinya yaitu terdapat di daerah Artik dan Antartika, suhu tidak pernah lebih dari 10°C, sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin kurang dari – 3°C.
      1. Daerah iklim A, terbagi menjadi empat macam iklim, yaitu sebagai berikut :
        (1) Af = Iklim panas hujan tropis
        (2) As = Iklim savana dengan musim panas kering.
        (3) Aw = Iklim savana dengan musim dingin kering.
        (4) Am = Iklim antaranya, musim kering hanya sebentar.
      2. Daerah iklim B, terbagi menjadi dua macam iklim, yaitu :
        (1) Bs = Iklim steppa, merupakan peralihan dari iklim gurun (BW) dan iklim lembab dari iklim A, C, dan D.
        (2) BW = Iklim gurun.
      3. Daerah iklim C, terbagi menjadi tiga macam iklim, yaitu :
        (1) Cs = Iklim sedang (laut) dengan musim panas yang kering atau iklim lembab agak panas kering.
        (2) Cw = Iklim sedang (laut) dengan musim dingin yang kering atau iklim lembab dan sejuk.
        (3) Cf = Iklim sedang (darat) dengan hujan pada semua bulan.
      4. Daerah iklim D, terbagi dua macam iklim, yaitu :
        (1) Dw = Iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang kering.
        (2) Df = Iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang lembab.
      5. Daerah iklim E, terbagi menjadi 2 macam iklim, yaitu :
        (1) ET = Iklim tundra, temperatur bulan terpanas antara 0( sampai 10(C.
        (2) Ef = Iklim salju , iklim dimana terdapat es abadi.

      Perlu Anda ketahui bahwa menurut Koppen di Indonesia terdapat tipe-tipe iklim Af, Aw, Am, C, dan D.

      Af dan Am : Terdapat di daerah Indonesia bagian barat, tengah, dan utara, seperti Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi Utara.
      Aw : Terdapat di Indonesia yang letaknya dekat dengan benua Australia seperti daerah-daerah di Nusa Tenggara, Kepulauan Aru, dan Irian Jaya pantai selatan.
      C : Terdapat di hutan-hutan daerah pegunungan.
      D : Terdapat di pegunungan salju Irian Jaya.
      Iklim E atau iklim kutub . Cirinya yaitu terdapat di daerah Artik dan Antartika, suhu tidak pernah lebih dari 10°C, sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin kurang dari – 3°C.
      Dari kelima daerah iklim tersebut sebagai variasinya diperinci lagi menjadi beberapa macam iklim, yaitu:

    2. Pembagian Iklim Menurut F. Junghuhn
      Berdasarkan hasil penyelidikan Junghuhn pembagian daerah iklim di Jawa ditetapkan secara vertikal sesuai dengan kehidupan tumbuh-tumbuhan.
      Menurut Junghuhn pembagian daerah iklim dapat dibedakan sebagai berikut :

      • Daerah panas/tropis
        Tinggi tempat antara 0 – 600 m dari permukaan laut. Suhu 26,3° – 22°C. Tanamannya seperti padi, jagung, kopi, tembakau, tebu, karet, kelapa, dan cokelat.
      • Daerah sedang
        Tinggi tempat 600 – 1500 m dari permukaan laut. Suhu 22° -17,1°C. Tanamannya seperti padi, tembakau, teh, kopi, cokelat, kina, dan sayur-sayuran.
      • Daerah sejuk
        Tinggi tempat 1500 – 2500 m dari permukaan laut. Suhu 17,1° – 11,1°C. Tanamannya seperti teh, kopi, kina, dan sayur-sayuran. Daerah dingin Tinggi tempat lebih dari 2500 m dari permukaan laut. Suhu 11,1° – 6,2°C. Tanamannya tidak ada tanaman budidaya.
    3. Pembagian Iklim Menurut Mohr
      Mohr membagi iklim berdasarkan curah hujan yang sampai ke permukaan bumi, yaitu
      menjadi tiga golongan sebagai berikut :

      • Bulan kering (BK), yaitu jumlah rata-rata curah hujan dalam bulan tersebut kurang dari 60 mm.
      • Bulan sedang (BS, yaitu jumlah rata-rata curah hujan dalam bulan tersebut berkisar antara 60 – 90 mm. Bulan basah (BB), yaitu jumlah rata-rata curah hujan dalam bulan tersebut 100 mm ke atas.

Wilayah persebaran fauna pertama kali diperkenalkan oleh Sclater (1858) dan kemudian dikembangkan oleh Huxley (1868) dan Wallace (1876). Ada beberapa faktor alam yang mempengaruhi persebaran fauna di dunia yang bersifat menghambat, yaitu faktor-faktor fisikyang berhubungan dengan keadaan di bumi, misalnya :

  • Perairan (sungai, danau, laut)
  • Daratan (gunung, lembah, jurang, padang pasir, dll)
  • Iklim (suhu, tekanan udara, kelembaban dll)
  • Alfred Russel Wallace mengelompokkan

Persebaran fauna di dunia menjadi 6 wilayah, yaitu :

  1. Paleartik
    Kawasan persebaran fauna paleartik meliputi bagian utara benua Asia dan Eurasia, Himalaya, Afghanistan, Persia, Afrika, Inggris dan Jepang.
  2. Neartik
    Kawasan ini meliputi daerah Holartic, yaitu meliputi seluruh Amerika Utara, dataran tinggi Meksiko dan Greenland
  3. Etiopian
    Persebaran fauna Etiopian ini meliputi daerah Afrika sebelah selatan, gurun Sahara, Madagaskar dan wilayah Arabia bagian selatan.
  4. OrientalWilayah persebaran fauna oriental meliputi seluruh Asia Tenggara dan selatan termasuk Indonesia bagian barat.
  5. Australian
    Daerah yang termasuk dalam wilayah persebaran fauna Australis adalah benua Australia, Selandia Baru, Papua, Maluku dan pulau-pulau kecil di sekitar samudera Pasifik.
  6. Neotropical
    Daerah persebaran fauna Neotropical terbentang dari Amerika Selatan, Meksiko bagian selatan, termasuk Amerika Tengah.

C. Evolusi
Evolusi adalah suatu proses perubahan makhluk hidup secara bertahap dan membutuhkan waktu yang lama dari bentuk yang sederhana, menjadi bentuk yang lebih kompleks. Diperlukan waktu jutaan tahun agar perubahan tersebut nampak lebih jelas.  Terdapat dua macam evolusi :

  • Evolusi Progresif : Evolusi yang
    menuju pada kemungkinan dapat bertahan hidup.
  • Evolusi Regresif (retrogresif) :
    Evolusi yang menuju pada kemungkinan menjadi punah.

Teori evolusi itu sendiri adalah perpaduan antara ide (gagasan) dan fakta. Berikut teori dari para ilmuan mengenai Evolusi makhluk hidup:

    1. Jean Baptise Lamarck
      Idenya mengenai evolusi, di tuangkan di dalam buku berjudul “Philosophic zoologique”. Dalam buku tersebut, Lamarck mengungkapkan :

      • Alam sekitar/lingkungan mempunyai pengaruh pada ciri-ciri atau sifat yang diwariskan. Ciri-ciri/sifat tersebut akan diwariskan kepada keturunannya.
      • Organ yang sering digunakan akan berkembang, sedangkan apabila tidak digunakan akan mengalami kemunduran bahkan hilang, Contoh : Lamacrk berpendapat bahwa dahulu, jerapah memiliki leher yang pendek. Bagi keturunan jerapah yang dapat beradaptasi baik dengan lingkungan (dapat mengambil makanan di pohon yang tinggi), leher jerapah akan berkembang menjadi lebih panjang. Jerapah yang telah beradaptasi menjadi leher panjang tersebut, akan mewariskan sifat-sifat kepada keturunannya. Namun sebaliknya, bagi keturunan jerapah yang tidak dapat beradaptasi baik dengan lingkungan, maka ia akan mengalami kemunduran.
    2. Charles
      DarwinCharles Darwin juga menerbitkan buku mengenai asal mula spesies pada tahun 1859, dengan judul “on the ofiginof species by means of natural selection” atau “the preservation of favored
      races in the struggle for life”. Mengenai Evolusi, Darwin berpendapat :

      • Yang menjadi dasar evolusi organik bukan dari
        adaptasi lingkungan, melainkan karena seleksi alam dan seksual.
      • Seleksi alam berupa “pertarungan”
        dalam kehidupan, yang kuat akan terus hidupSetiap populasi berkecenderungan untuk tumbuh
        banyak karena proses bereproduksi.
      • Untuk berkembang biak, diperlukan adanya
        makanan dan ruang yang cukup.
      • Bertambahnya suatu populasi tidak berjalan
        terus-menerus.
    3. Alfred Wallace
      Memiliki pendapat yang sama dengan Charles Darwin, bahwa spesies yang ada sekarang, berasal dari spesies masa silam yang mampu bertahan hidup.
    4. Count De Buffen
      Menyatakan bahwa variasi-variasi kecil yang terjadi karena pengaruh alam sekitar yang diwariskan. Dengan demikian, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan akan menyebabkan terjadinya variasi yang mengarah pada terbentuknya spesies baru.
    5. Sir Charles Lyeel
      Menyatakan bahwa batuan, pulau-pulau, dan benua mengalami perubahan.
    6. Thomas Robert Malthus
      Menyatakan bahwa pertambahan jumlah penduduk naik seperti deret ukur, sedangkan bahan makanan yang tersedia, naik seperti nilai hitung.
    7. Anaximender
      Bumi pada awalnya merupakan lautan, lalu berkembang menjadi daratan. Para makhluk hidup aquatik pun termodifikasi sehingga dapat hidup di darat. Pada manusia, terdapat masa “part fish” dan “part human” yang disebut merman dan mermaid. penampilan seperti ikan ini ada pada masa dalam kandungan bayi selama
      proses perkembangan. Kemudian, penampilan tersebut akan hilang pada manusia dewasa.
    8. Aristoteles
      Benda-benda hidup berkembang makin sempurna karena pengaruh kekuatan tertentu, yaknientelecy, dan makhluk hidup di daratan berasal dari makhluk hidup di lautan.
    9. Epicurus
      Epicurus Sependapat dengan Aristoteles bahwa organisme berubah dan berkembang makin kompleks dan makin maju. Namun bukan karena faktor entelecy yang mempengaruhinya, melainkan karena faktor”natural law”.
    10. August Weismann
      Ilmuan ini melengkapi teori evolusi Darwin dengan teori genetika modern. Menurutnya, evolusi adalah masalah genetika, yakni soal keturunan bagaimana mewariskan gen-gen melalui sel kelamin.

Pro dan Kontra Tentang Berbagai Pendapat Masalah Evolusi

Lamarck vs weismann
Weismann menentang pendapat Lamarck, mengenai sifat-sifat makhluk hidup yang diperoleh melalui proses keturunan dari induknya. Maka, weismann di sini melakukan percobaan dengan memotong ekor tikus yang panjang, namun pada hasilnya, sampai kepada generasi-20, keturunan induk tikus yang ekornya di potong tadi, tetap berukuran panjang.

Lamarck vs Darwin
Mereka berpendapat mengenai jerapah berleher panjang
Lamarck : Semula, jerapah berleher pendek, namun karena beradaptasi dengan lingkungan (selalu memakan dedaunan di pohon yang tinggi), maka lehernyapun
menjadi panjang.
Darwin : Dalam populasi, ada jerapah berleher pendek, dan ada yang berleher panjang. Dalam kompetisi untuk mendapatkan makanan, jerapah berleher panjang lebih unggul daripada jerapah berleher pendek, sehingga populasi yang sampai sekarang masih dapat kita lihat adalah jerapah berleher panjang.

Bukti-Bukti Adanya Evolusi

  1. Fosil
    Merupakan sisa-sisa, cetakan ataupun berkas dari hewan maupun tumbuhan yang telah membatu. Fosil ini sebagai bukti adanya peristiwa evolusi yang dapat menentukan umur dengan cara menghitung laju erosi, sedimentasi, kandungan garam, dan kadar radio aktif.
  2. Homologi
    Dua organ tubuh dikatakan homolog, apabila mempunyai asal sama (secara embrilogik), tetapi fungsi dan bentuknya berbeda. Contoh : alat gerak manusia dan sirip ikan. (memiliki bentuk rangka yang sama, namun berbeda fungsinya).
  3. Analogi
    Merupakan kebalikan dari homologi, yaitu mempunyai asal yang berbeda, namun memiliki fungsi yang sama. Contoh : sayap kupu-kupu dengan sayap kelelawar (memiliki bentuk rangka yang berbeda, namun memiliki satu fungsi yang sama, yaitu untuk terbang).
  4. Embriologi Perbandingan
    Merupakan hewan-ewan kelas vertebrata, seperti ikan, reptil, aves dan mamalia, meskipun tubuh individu dewasanya berbeda, namun fase perkembangan embrionya sangat mirip (lihat pada gambar, urutan paling atas horizontal, embrio dari manusia, hewan memiliki kemiripan). Embriologi perbandingan ini dibagi menjadi dua:

    • Ontogeni : perkembangan individu mulai dari
      sel telur hingga individu tersebut mati
    • Filogeni : Sejarah perkembangan organisme dari
      filum yang paling sederhana hingga yang paling sempurna
  5. Adanya Variasi dalam Satu Spesies
    Individu yang termasuk dalam suatu spesies tidak pernah bersifat identik (sama persis). variasi ini terjadi karena faktor genetis dan lingkungan.
  6. Petunjuk Secara Biokimia
    Digunakan uji presipitin (endapan) yang pada dasarnya adanya reaksi antara antigen-antibodi. semakin banyak endapan yang terbentuk maka semakin jauh hubungan kekerabatannya.
  7. Adanya Organ-Organ tubuh yang tersisa
    Organ-organ tubuh yang tersisa nerupakan bukti adanya proses evolusi. organ-oran ini sudah tidak berguna, namun masih dijumpai pada manusia, antara lain :

    • umbai cacing (apendiks)
    • tulang ekor
    • gigi taring yang runcing
    • rambut pada dada
  8. Petunjuk Peristiwa Domestikasi
    Pembudidayaan makhluk hidup (domestikasi) dapat mengakibatkan terjadinya perubahan fenotipe sesuai dengan keinginan manusia. cara ini, dapat mengevolusikan makhluk hidup, artinya, dapat
    menghasilkan suatu varietas baru yang dikehendaki manusia berdasarkan sifat-sifat yang berbeda.

C. Mekanisme Evolusi

Evolusi dapat berlangsung karena :

  • Mutasi
    Mutasi adalah perubahan materi genetik (gen/kromosom) yang dapat diwariskan secara genetik pada keturunannya. Mutasi ini akan menghasilkan alel baru, kemudian melalui proses perkawinan (kombinasi) akan menghasilkan variasi baru.
  • Seleksi Alam
    Seleksi terhadap anggota populasi sehingga anggota yang kuat dan sehat yang dapat bertahan hidup. (teori Darwin : “survival of the fittest”)

Menurut Teilhard de Chardin, proses evolusi dibagi menjadi 3 tahap :

  1. Tahap Geosfer
    Merupakan tahap pra-hidup (sebelum adanya kehidupan). tahap perubahan ini terutama menyangkut pada perubahan tata surya.
  2. Tahap Biosfer
    Permasalahan pada tahap ini adalah “loncatan” munculnya manusia.
  3. Tahap Nesosfer
    Menurut Teilhard, yang penting pada makhluk hidup, dalam hal ini, manusia adalah terjadinya evolusi melalui kesadaran batinnya yang semakin mantap.

Proses evolusi dapat terjadi karena variasi genetik dan seleksi alam. Adanya variasi genetik akan memunculkan sifat-sifat baru yang akan diturunkan. Variasi genetik ini disebabkan karena adanya mutasi gen. Seleksi alam juga merupakan mekanisme evolusi. Individu-indivu akan beradaptasi dan berjuang untuk mempertahankan hidupnya, sehingga individu akan mengalami perubahan morfologi, fisiologi, dan tingkah laku. Faktor-faktor yang berpengaruh di dalam mekanisme evolusi antara lain seperti berikut.

  1. Evolusi. Peristiwa mutasi akan mengakibatkan terjadinya perubahan frekuensi gen, sehingga akan mempengaruhi fenotipe dan genotipe. Mutasi dapat bersifat menguntungkan dan merugikan. Sifat menguntungkan maupun merugikan tersebut terjadi jika :
    • Dapat menghasilkan sifat baru yang lebih menguntungkan
    • Dapat menghasilkan spesies yang adaptif
    • Memiliki peningkatan daya fertilitas danviabilitas.

    Selain menguntungkan, ada kemungkinan mutasi bersifat merugikan yaitu menghasilkan sifat-sifat yang berkebalikan dengan sifat-sifat di atas.

  2. Seleksi alam dan adaptasi. Proses adaptasi akan diikuti dengan proses seleksi. Individu yang memiliki adaptasi yang baik akan dapat mempertahankan hidupnya, memiliki resistensi yang tinggi dan dapat melanjutkan keturunannya. Sedangkan individu yang tidak dapat beradaptasi akan mati selanjutnya akan punah. Untuk memahami adaptasi dan seleksi alam.
  3. Aliran gen. Dengan adanya aliran gen maka akan terjadi perpindahan alel di antara populasi-populasi melalui migrasi dan individu yang kawin.
  4. Perkawinan yang tidak acak. Perkawinan tak acak dapat mengakibatkan alel yang membawa sifat lebih disukai akan menjadi lebih sering dijumpai dalam populasi, sedangkan alel dengan sifat yang tidak disukai akan berkurang dan mungkin akan hilang dari populasi. Perkawinan yang terjadi antar keluarga dekat dapat mengakibatkan frekuensi gen abnormal atau gen resesif.
  5. Genetik drift. Genetik Drift merupakan perubahan secara acak pada frekuensi gen dari populasi kecil yang terisolasi. Keadaan ini dapat Anda jumpai pada populasi terisolir kaum Amish di Amerika, ternyata ada yang membawa alel yang menyebabkan sifat cebol satu dari setiap seribu kelahiran. Hasil perkawinan secara acak tidak akan mengubah populasi tertentu. Penghitungan populasi secara acak tersebut dapat ditentukan dengan hukum Hardy Weinberg. Hukum Hardy Weinberg menyatakan bahwa frekuensi gen dalam populasi dapat tetap distabilkan dan tetap berada dalam keseimbangan dari satu generasi. Syarat terjadinya prinsip ini adalah:
    • Perkawinan secara acak.
    • Tidak ada seleksi alam.
    • Jumlah populai besar.
    • Tidak terjadinya mutasi maju atau surut.
    • Tidak ada migrasi.

    Secara umum, hukum Hardy Weinberg dapat dirumuskan sebagai berikut :
    Bila frekuensi alel A di dalam populasi diumpamakan p, Frekuensi alel a diumpamakan q, Hasil perkawinan heterozigote antara Aa × Aa akan diperoleh hasil sebagai berikut:

    1. Homozigot dominan AA = p × p = p2
    2. Heterozigot 2 Aa = 2p × q = 2pq
    3. Homozigot resesif = aa = q × q = q2

    Sehingga persamaan rumusnya adalah :
    ”  p2 (AA) + 2 pq (Aa) + q2 (aa) karena (p + q)2 = 1, maka p + q = 1, sehingga p = 1 – q “

D. Spesiasi
Makhluk hidup selalu mengalami perubahan secara perlahan-lahan dalam jangka waktu yang lama. Perubahan yang
terjadi sedikit demi sedikit dapat menghasilkan struktur yang menyimpang dari aslinya, dan akhirnya terbentuk spesies baru. Proses terbentuknya spesies baru disebut spesiasi. Hal-hal yang mempengaruhi terbentuknya spesies baru antara lain sebagai berikut :

  1. Domestikasi. Domestikasi merupakan bagian
    dari usaha pemuliaan tanaman dan hewan. Usaha yang dilakukan yaitu dengan cara membudidayakan tumbuhan dan hewan yang liar untuk dijinakkan. Misalnya budidaya ayam hutan dengan cara dikawinkan dengan ayam kampung akan menghasilkan ayam bekisar. Ayam bekisar merupakan pembentukan spesies baru yang sifatnya mandul. Pada proses domestikasi, tumbuhan dan hewan dapat memiliki sifat yang menyimpang dari jenis aslinya sehingga akan terbentuk spesies yang baru.
  2. Poliploidi. Coba Anda ingat pengertian
    poliploid pada bab 6 tentang mutasi! Poliploid merupakan peristiwa penggandaan jumlah kormosom yang melebihi aslinya, misalnya dari 2n menjadi 3n. Poliploid dapat terjadi melalui dua cara antara lain seperti berikut :
    a. Autopoliploidi
    Peristiwa ini terjadi pada kromosom homolog atau terjadi dengan sendirinya, mungkin disebabkan karena faktor alam. Faktor-faktor yang menyebabkan autopoliploid antara lain radiasi alam, sinar ultraviolet matahari, dan lain-lain. Adanya faktor-faktor alami tersebut dapat menyebabkan kromosom gagal berpisah. Misalnya bunga Oenthera lamarchiaus yang memiliki kromosom 24 kemudian mengalami poliploid menjadi spesies yang baru yaitu Oenathera gigas yang memiliki kromosom berjumlah 28. Spesies baru yang dihasilkan bersifat mandul.
    b. Allopoliploid
    Peristiwa ini terjadi pada kromosom nonhomolog yang merupakan peristiwa penggandaan jumlah kromosom akibat peristiwa persilangan. Misalnya semangka dengan kromosom 2n disilangkan dengan semangka yang berkromosom 4n, akan dihasilkan spesies baru yang memiliki kromosom 3n yang bersifat mandul (tidak menghasilkan biji).
  3. Mekanisme isolasi. Mekanisme isolasi
    merupakan proses pembentukan individu baru dengan batasan-batas tertentu. Faktor-faktor yang menjadi pembatas adalah habitat yang berbeda, iklim yang berbeda, gunung yang tinggi, pematangan sel kelamin yang tidak bersama. Mekanisme isolasi dibedakan menjadi tiga :
    a. Mekanisme yang mencegah terbentuknya
    hibrida. Penyebab tidak terbentuknya hibrida antara lain tidak dimungkinkannya adanya pembuahan karena sel sperma tidak dapat mencapai sel telur. Dalam hal ini harus dilakukan pembuahan dengan inseminasi buatan. Peristiwa ini dapat Anda temui pada tanaman tembakau. Kegagalan terbentuknya hibrid juga disebabkan karena embrio yang tidak dapat tumbuh, misalnya pada Rana pipiens.
    b. Mekanisme yang mencegah terjadinya perkawinan. Faktor-faktor yang menyebabkan gagal mengadakan perkawinan antara lain seperti berikut :
    1) Populasi terpisah secara fisik, misalnya dipisahkan gunung, laut, padang pasir, dan lain-lain. Individu yang spesiesnya sama apabila terpisah habitatnya dan memiliki lingkungan yang berbeda maka akan menghalangi terjadinya perkawinan secara alamiah.
    2) Mengalami iklim yang berbeda, Apabila pematangan sel kelamin dari dua individu tidak bersamaan maka hal ini menyebabkan gagal kawin secara alami. Misalnya pada tumbuhan Pinus radiata yang berbunga setiap bulan Februari dan Pinus muricata yang berbunga pada bulan April.
    3) Perbedaan perilaku pada spesies mengakibatkan dua spesies terpisah sehingga tidak dapat saling melakukan perkawinan.

Klik di sini untu pembahasan selanjutnya

Sumber : http://nurulapriliyya.blogspot.com/, http://milasyafaah22.blogspot.com/p/pembagian-iklim-dunia_30.html, http://andimanwno.wordpress.com/2009/04/08/persebaran-fauna-di-dunia/, http://teksbiologi.blogspot.com/2013/02/teori-teori-evolusi.html, http://budisma.web.id/materi/sma/biologi-kelas-xii/evolusi/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s