Psikologi Manajemen

Standard

I. MANAJEMEN

APA ARTI MANAJEMEN?

Berikut pengertian manajemen menurut beberapa ahli :

  1. Menurut Drs. Oey Liang Lee, Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumberdaya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  2. Menurut James A.F. Stoner, Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian dan penggunakan sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi tang telah ditetapkan.
  3. Menurut R. Terry, Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.
  4. Menurut Lawrence A. Appley, Manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain.
  5. Menurut Horold Koontz dan Cyril O’donnel, Manajemen adalah usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.

 JENIS-JENIS MANAJEMEN

Berdasarkan tingkatannya, manajer dapat dibagi menjadi:

  1. Manajer tingkat bawah
    Manajer tingkat bawah mengawasi dan mengkoordinasikan kegiatan operasional karyawan secara langsung. Posisi tersebut dikenal dengan nama pengawas atau supervisor, seperti pengawas penjualan, pengawas produksi, pengawas administrasi, dsb.
  2. Manajer menengah
    Manajer menengah merupakan sekelompok manajer yang lebih besar dari manajer puncak. Tugas mereka adalah melaksanakan tujuan, strategi, dan kebijakan yang telah ditetapkan manajer puncak serta mengkoordinasikan dan mengarahkan aktivitas menajer tingkat bawah dan karyawan operasional. Nama untuk posisi tersebut diantaranya: Manajer Pemasaran, Manajer Keuangan, Manajer Personalia, dsb.
  3. Manajer tingkat atas
    Manajer tingkat atas bertanggung jawab terhadap perusahaan secara keseluruhan. Tugas mereka adalah menentukan tujuan, strategi, dan kebijakan secara umum yang kemudian dijabarkan secara spesifik oleh manajer yang dibawahnya. Mereka menentukan kebijakan strategis yang akan menentukan kelangsungan hidup perusahaan atau organisasi. Seperti membuat pabrik baru, membuat produk baru, dsb. Nama manajer ini dikenal dengan nama seperti: Direktur Utama dengan direksi-direksi lainnya, Presiden Direktur, Wakil Presiden Direktur, CEO (Chief Executive Officer).

Berdasarkan bidangnya, manajer dibedakan atas:

  1. Manajer umum
    Manajer umum bertanggungjawab mengawasi unit tertentu yang mempunyai beberapa bidang sekaligus. Seperti manajer divisi yang merupakan contoh manajer umum yang mengawasi aktivitas pemasaran, keuangan, dan operasional dari divisi tersebut.
  2. Manajer fungsional
    Manajer fungsional bertanggung jawab terhadap satu aktivitas organisasi tertentu. Sebagai contoh manajer pemasaran bertanggung jawab terhadap segala aktivitas yang berbau pemasaran. Dia tidak bertanggung jawab terhadap aktivitas keuangan walaupun dalam aktivitasnya selalu berhubungan dengan pemasaran. Contoh manajer fungsional dalam keseharian seperti Manajer Pemasaran, Manajer Keuangan, Manajer Sumber Daya Manusia, dan Manajer Produksi.

Manajer fungsional dibedakan atas:

  • Manajemen Pemasaran
    Manajemen Pemasaran adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk mengidentifikasi apa sesungguhnya yang dibutuhkan oleh konsumen, dan bagaimana cara pemenuhannya dapat diwujudkan.

Kompetensi umum

o   Ahli Pemasaran Internasional

o   Manajemen Merk

o   Sistem Informasi Pemasaran

o   Pemasaran Internet

o   Pemasaran Relasional atau Pemasaran Jasa.

Kompetensi Khusus

o   Komunikasi Pemasaran

o   Kebijakan Harga

o   Peramalan Penjualan

o   Statistika Bisnis

o   Manajemen Pembelian & Penjualan

o   Bisnis Eceran

o   Manajemen Pemasaran,

  • Manajemen Keuangan
    Manajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis yaitu diukur berdasarkan profit. Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan dari mana pembiayaan bisnis diperoleh, dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan bisnis yang dijalankan.

Kompetensi Umum

o  Ahli Pasar Modal dan Investasi

o  Manajemen risiko

o  Manajemen Keuangan Internasional

o  Manajemen Keuangan dan Perbankan Syariah.

Kompetensi Khusus

o   Membuat dan mengendalikan anggaran perusahaan

o   Menghitung pajak-pajak yang harus ditanggung perusahaan.

o   Munyusun dan merealisasikan manajemen keuangan untuk
meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.

  • Manajemen Operasi
    Manajemen operasi adalah area bisnis yang berfokus pada proses produksi barang dan jasa, serta memastikan operasi bisnis berlangsung secara efektif dan efesien. Seorang manajer operasi bertanggung jawab mengelola proses pengubahan input (dalam bentuk material, tenaga kerja, dan energi) menjadi output (dalam bentuk barang dan jasa).

Kompetensi Umum

o   Ahli manajemen proyek

o   Manajemen logistik dan perencanaan pengendalian kualitas.

Kompetensi Khusus

o   Menyusun alur produksi dan layout tempat kerja
berdasarkan pada analisis proses kinerja prosedur kerja dan
trasportasi.

o   Membuat layout tempat kerja

o   Menyusun perbaikan lingkungan ditempat kerja

  • Manajemen sumber daya manusia (Personalia)
    Manajemen Sumber Daya Manusia adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk memperoleh sumber daya manusia yang terbaik bagi bisnis yang kita jalankan dan bagaimana sumber daya manusia yang terbaik tersebut dapat dipelihara dan tetap bekerja bersama kita dengan kualitas pekerjaan yang senantiasa konstan ataupun bertambah.

Kompetensi Umum

o   Seleksi

o   Penilaian kinerja

o   Perencanaan karir

Kompetensi Khusus

o   Staffing

o   Evaluasi kinerja

o   Pelatihan

o   Pengembangan

o   Reward & recognition

  • Manajemen Produksi
    Manajemen Produksi adalah penerapan manajemen berdasarkan fungsinya untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan standar yang ditetapkan berdasarkan keinginan konsumen, dengan teknik produksi yang seefisien mungkin, dari mulai pilihan lokasi produksi hingga produk akhir yang dihasilkan dalam proses produksi.

Kompetensi Umum

o   Memahami sistem produksi

o   Memahami proses material handling

o   Menerapkan Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan
Hidup (K3LH).

Kompetensi Khusus

o   Memahami perkembangan manajemen produksi

o   Memahami penentuan lokasi pabrik

o   Menyusun tata letak peralatan pabrik

o   Memahami perencanaan produk

o   Memahami rancang bangun proses produksi

o   Memahami teknik pemeliharaan

o   Memahami perencanaan kebutuhan material

  • Manajemen Informasi
    Manajemen Informasi adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha memastikan bahwa bisnis yang dijalankan tetap mampu untuk terus bertahan dalam jangka panjang. Untuk memastikan itu manajemen informasi bertugas untuk menyediakan seluruh informasi yang terkait dengan kegiatan perusahaan baik informasi internal maupun eksternal, yang dapat mendorong kegiatan bisnis yang dijalankan tetap mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di masyarakat.

Kompetensi Umum

o   Mempunyai kemampuan manajemen dalam bekerja
kelompok Mampu membuat rencana bisnis

o   Memahami konsep Jaringan Menguasai bahasa inggris secara
pasif

o   Menguasai algoritma dan bahasa pemrograman

o   Menguasai Syntax SQL

o   Menguasai Aplikasi database

o   Menguasai design grafis

o   Menguasai syntax html

o   Mampu mengembangkan wirausaha

Kompetensi Khusus

o   Mampu memahami permasalahan yg timbul dilingkungan yg
akan dihadapi.

o   Mampu Menganalisis kebutuhan system

o   Mampu membuat model alternatif penyelesaian masalah

o   Mampu merancang kebutuhan system

o   Memahami konsep struktur database

o   Mampu menjembatani kebutuhan database

o   Mampu menyajikan informasi dari data yang ada

o   Mampu membangun dan memanipulasi data

o   Memahami konsep design WEB

o   Menguasai bahasa pemrograman berbasis web

o   Menguasai aplikasi web server

o   Menguasai cara dan teknik publishing web

  • Manajemen Strategi
    Manajemen Strategi, Secara sederhana manajemen dapat di artikan sebagai Perencanaan, Pengorganisasian, Pergerakan, Pengawasan dalam rangka pengambilan keputusan.

Kompetensi umum

o   Menciptakan persaingan tidak sempurna
Dalam persaingan sempurna semua organisasi menghasilkan
produk yang serupa sehingga bebas keluar masuk ke dalam
pasar. Suatu organisasi dapat memperoleh keunggulan
bersaing dengan menciptakan persaingan tidak sempurna
yaitu dengan cara memberikan kualitas yang tinggi di
aspek-aspek  tertentu.

o   Berkesinambungan
Keunggulan bersaing harus bersifat berkesinambungan
bukan sementara dan tidak mudah ditiru oleh para pesaing.

o   Kesesuaian dengan lingkungan internal
Keunggulan bersaing dapat diraih dengan menyesuaikan
kebutuhan atau permintaan pasar. Karena lingkungan
eksternal bisa berupa ancaman dan peluang, sehingga
perubahan pasar dapat meningkatkan keunggulan atau
kelemahan suatu organisasi.

o   Keuntungan yang tinggi daripada keuntungan rata-rata
Sasaran utama keunggulan bersaing adalah mendapatkan
keuntungan yang lebih tinggi daripada keuntungan rata-rata
organisasi-organisasi lainnya

Kompetensi khusus
Keunggulan bersaing merupakan hal khusus yang dimiliki atau dilakukan suatu organisasi yang memberinya kekuatan untuk menghadapi pesaing. Kompetensi ini bisa berwujud opini atau merek yang mempunyai persepsi kualitas tinggi. ( misalnya;  opini: Pengelolaan administrasi yang rapi, terkenal bersih atau bebas KKN/Korupsi Kolusi Nepotisme, Tepat waktu. Merek: Coca cola, IBM, BMW, Mc Donald’s).

 APA ITU PSIKOLOGI MANAJEMEN?

Psikologi manajemen adalah suatu studi tentang tingkah laku manusia yang terlibat dalam proses manajemen dalam rangka melaksanakan fungsi-fungsi manajemen untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

 TUJUAN PSIKOLOGI MANAJEMEN

Ada 4 tujuan utama dalam manajemen:

  1. Perencanaan (Planning), proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat  untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi.
  2. Pengorganisasian (Organizing), proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.
  3. Pengarahan (Actuating/Directing), proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.
  4. Pengawasan (Controlling), proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.

Sumber :

II. KEPEMIMPINAN

APA ITU KEPEMIMPINAN?

Kepemimpinan mempunyai arti yang berbeda-beda tergantung pada sudut pandang atau perspektif-perspektif dari para peneliti yang bersangkutan, misalnya dari perspektif individual dan aspek dari fenomena yang paling menarik perhatian mereka. Stogdill (1974: 259) menyimpulkan bahwa terdapat hampir sama banyaknya definisi tentang kepemimpinan dengan jumlah orang yang telah mencoba mendefinisikannya. Lebih lanjut, Stogdill (1974: 7-17) menyatakan bahwa kepemimpinan sebagai konsep manajemen dapat dirumuskan dalam berbagai macam definisi, tergantung dari mana titik tolak pemikirannya. Misalnya, dengan mengutip pendapat beberapa ahli, Paul Hersey dan Kenneth H Blanchard (1977: 83-84) mengemukakan beberapa definisi kepemimpinan, antara lain:

Kepemimpinan adalah kegiatan dalam mempengaruhi orang lain untuk bekerja keras dengan penuh kemauan untuk tujuan kelompok (George P Terry)

Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum (H.Koontz dan C. O’Donnell)

Kepemimpinan sebagai pengaruh antar pribadi yang terjadi pada suatu keadaan dan diarahkan melalui proses komunikasi ke arah tercapainya sesuatu tujuan (R. Tannenbaum, Irving R, F. Massarik).

Untuk lebih mendalami pengertian kepemimpinan, di bawah ini akan dikemukakan beberapa definisi kepemimpinan lainnya seperti yang dikutip oleh Gary Yukl (1996: 2), antara lain:

  • Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh sedikit demi sedikit pada dan berada di atas kepatuhan mekanis terhadap pengarahan-pengarahan rutin organisasi (Katz dan Kahn)
  • Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan (Rauch dan Behling)
  • Kepemimpinan adalah proses memberi arti terhadap usaha kolektif yang mengakibatkan kesediaan untuk melakukan usaha yang diinginkan untuk mencapai sasaran (Jacobs dan Jacques)

Menurut Wahjosumidjo (1984: 26) butir-butir pengertian dari berbagai definisi kepemimpinan, pada hakekatnya memberikan makna :

  • Kepemimpinan adalah sesuatu yang melekat pada diri seorang pemimpin yang berupa sifat-sifat tertentu seperti kepribadian, kemampuan, dan kesanggupan.
  • Kepemimpinan adalah serangkaian kegiatan pemimpin yang tidak dapat dipisahkan dengan kedudukan serta gaya atau perilaku pemimpin itu sendiri
  • Kepemimpinan adalah proses antar hubungan atau interaksi antara pemimpin, bawahan dan situasi.

TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN

8 teori utama kepemimpinan:

  1. Teori Great Man
    Anda mungkin pernah mendengar bahwa ada orang-orang tertentu yang memang “dilahirkan untuk memimpin”. Menurut teori ini, seorang pemimpin besar dilahirkan dengan karakteristik tertentu seperti karisma, keyakinan, kecerdasan dan keterampilan sosial yang membuatnya terlahir sebagai pemimpin alami. Teori great man mengasumsikan bahwa kapasitas untuk memimpin adalah sesuatu yang melekat, pemimpin besar dilahirkan bukan dibuat. Teori ini menggambarkan seorang pemimpin yang heroik dan ditakdirkan untuk menjadi pemimpin karena kondisi sudah membutuhkannya.
  2. Teori Sifat
    Teori sifat berasumsi bahwa orang mewarisi sifat dan ciri-ciri tertentu yang membuat mereka lebih cocok untuk menjadi pemimpin. Teori sifat mengidentifikasi kepribadian tertentu atau karakteristik perilaku yang sama pada umumnya pemimpin. Sebagai contoh, ciri-ciri seperti ekstraversi, kepercayaan diri dan keberanian, semuanya adalah sifat potensial yang bisa dikaitkan dengan pemimpin besar. Jika ciri-ciri khusus adalah fitur kunci dari kepemimpinan, maka bagaimana menjelaskan orang-orang yang memiliki kualitas-kualitas tetapi bukan pemimpin? Pertanyaan ini adalah salah satu kesulitan dalam menggunakan teori sifat untuk menjelaskan kepemimpinan. Ada banyak orang yang memiliki ciri-ciri kepribadian yang terkait dengan kepemimpinan namun tidak pernah mencari posisi kepemimpinan.
  3. Teori kontingensi
    Teori kontingensi fokus pada variabel yang berkaitan dengan lingkungan yang mungkin menentukan gaya kepemimpinan tertentu yang paling cocok. Menurut teori ini, tidak ada gaya kepemimpinan yang terbaik dalam segala situasi. Kesuksesan tergantung pada sejumlah variabel, termasuk gaya kepemimpinan, kualitas para pengikut dan aspek situasi.
  4. Teori Situasional
    Teori Situasional mengusulkan bahwa pemimpin memilih tindakan terbaik berdasarkan variabel situasional. Gaya kepemimpinan yang berbeda mungkin lebih tepat untuk jenis tertentu dalam pengambilan keputusan tertentu. Misalnya, seorang pemimpin berada dalam kelompok yang anggotanya berpengetahuan dan berpengalaman, gaya otoriter mungkin paling tepat. Dalam kasus lain di mana anggota kelompok adalah ahli yang terampil, gaya demokratis akan lebih efektif.
  5. Teori Perilaku
    Teori perilaku kepemimpinan didasarkan pada keyakinan bahwa pemimpin besar dibuat bukan dilahirkan. Teori kepemimpinan ini berfokus pada tindakan para pemimpin bukan pada kualitas mental. Menurut teori ini, orang dapat belajar untuk menjadi pemimpin melalui pengajaran dan observasi.
  6. Teori Partisipatif
    Teori kepemimpinan partisipatif menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang ideal adalah mengambil masukan dari orang lain. Para pemimpin mendorong partisipasi dan kontribusi dari anggota kelompok dan membantu anggota kelompok merasa lebih berkomitmen terhadap proses pengambilan keputusan. Dalam teori partisipatif, bagaimanapun, pemimpin berhak untuk memungkinkan masukan pendapat dari orang lain.
  7. Teori Manajemen
    Teori manajemen juga dikenal sebagai teori transaksional, fokus pada peran pengawasan kinerja, organisasi dan kelompok. Teori ini berdasarkan pada sistem imbalan dan hukuman. Teori manajemen sering digunakan dalam bisnis, ketika karyawan berhasil mereka dihargai, ketika mereka gagal mereka ditegur atau dihukum.
  8. Teori Hubungan
    Teori hubungan juga dikenal sebagai teori transformasi, fokus pada hubungan yang terbentuk antara pemimpin dan pengikut. Pemimpin transformasional memotivasi dan menginspirasi dengan membantu anggota kelompok melihat penting dan baiknya suatu tugas. Pemimpin fokus pada kinerja anggota kelompok dan juga ingin setiap orang untuk memaksimalkan potensinya. Pemimpin dengan gaya ini sering memiliki standar etika dan moral yang tinggi.

Sumber :

 

III. PERENCANAAN

PENGERTIAN PERENCANAAN

Menurut Abdulrachman (1973), Perencanaan adalah pemikiran rasional berdasarkan fakta-fakta dan atau perkiraan yang mendekat (estimate) sebagai persiapan untuk melaksanakan tindakan-tindakan kemudian.

Siagian (1994), Perencanaan adalah keseluruhan proses pemikiran dan penetuan secara matang daripada hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka pencapaian yang telah ditentukan.

Menurut Terry (1975), Perencanaan adalah pemilihan dan menghubungkan fakta-fakta, membuat serta menggunakan asumsi-asumsi yang berkaitan dengan masa datang dengan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan tertentu yang diyakini diperlukan untuk mencapai suatu hasil tertentu.

Menurut Kusmiadi (1995), Perencanaan adalah  proses dasar yang kita gunakan  untuk memilih tujuan-tujuan dan menguraikan bagaimana cara pencapainnya.

Menurut Soekartawi (2000), Perencanaan adalah pemilihan alternatif atau pengalokasian berbagai sumber daya yang tersedia.

Menurut Garth N. Jone, Perencanaan adalah suatu proses pemilihan dan pengembanngan dari pada tindakan yang paling baik untuk pencapaian tugas.

Menurut M. Farland, Perencanan adalah suatu fungsi dimana pimpinan kemungkinan mengunakan sebagian pengaruhnya untuk mengubah daripada wewenangnya.

MANFAAT PERENCANAAN

  1. Standar pelaksanaan dan pengawasan.
  2. Pemilihan berbagai alternative terbaik.
  3. Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan.
  4. Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi.
  5. Membantu manajer menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.
  6. Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait, dan,.
  7. Alat meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti.
  8. Mengarah pada tindakan yang bertujuan.
  9. Menghindari kesalahan atau risiko.
  10. Memungkinkan pendelegasian tugas (kekuasaan).
  11. Memungkinkan koordinasi.
  12. Metode yang digunakan bisa lebih baik.
  13. Bisa berhemat atau ekonomis dana.
  14. Bisa menghemat tenaga manajemen.
  15. Sebagai dasar untuk pengendalian.

 

JENIS PERENCANAAN DALAM ORGANISASI :

Melihat tingkat hirarkis, ada tiga jenis perencanaan: perencanaan strategis, taktis dan operasional.

  1. Perencanaan Strategis
    Perencanaan strategis dianggap oleh organisasi secara keseluruhan dan dihasilkan oleh tingkat hirarki yang lebih tinggi dari sebuah organisasi. Berkaitan dengan tujuan jangka panjang dan strategi dan tindakan untuk mencapainya.
    Perencanaan ini merupakan proses dimana eksekutif / top manajer meramal arah jangka panjang dari suatu entitas dengan menetapkan target spesifik pada kinerja, dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal untuk melakukan tindakan perencanaan yang dipilih.
    Hal ini biasanya dilakukan dalam organisasi pada tingkat manajerial, atau tingkat tertinggi perintah, yang dilakukan dengan cara taktik dan prosedur yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau diberikan perencanaan jangka panjang lebih dari 5 tahun.
    Perencanaan strategis juga merupakan suatu hal untuk merencanakan strategi dalam segala hal, atau dalam kehidupan sehari-hari setiap orang.
  2. Perencanaan Taktis / Taktik
    Pada tingkat kedua dari perencanaan, taktis, kinerja berada dalam setiap area fungsional bisnis, termasuk sumber daya tertentu. Perkembangannya terjadi oleh tingkat organisasi menengah, bertujuan untuk efisiensi penggunaan sumber daya yang tersedia untuk jangka menengah proyeksi. Dalam perusahaan besar dengan mudah mengidentifikasi tingkat perencanaan, yang diberikan oleh setiap kepala bagian.
    Bagian taktis merupakan proses yang berkelanjutan, yang bertujuan dalam waktu dekat, merampingkan pengambilan keputusan dan menentukan tindakan. Bagian Ini dilakukan secara sistemik karena merupakan totalitas yang dibentuk oleh sistem dan subsistem, seperti yang terlihat dari sudut pandang sistemik. Apakah iteratif, dan proyek mana yang harus fleksibel dan menerima penyesuaian dan koreksi. Teknik ini memungkinkan pengukuran siklus dan evaluasi sebagai dijalankan yang secara dinamis dan interaktif dilakukan dengan orang lain, dan merupakan teknik yang mengkoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan dari efisiensi.
  3. Perencanaan Operasional
    Ketidakpastian yang disebabkan oleh tekanan dan pengaruh lingkungan harus berasimilasi pada pertengahan atau taktik yang harus mengkonversi dan menafsirkan keputusan strategis, tingkat tertinggi, ke dalam rencana konkrit di tengah dan membuat rencana yang akan dilakukan dan, pada gilirannya, dibagi lagi menjadi rencana operasional dan rincian yang akan dijalankan pada tingkat operasional.
    Karena jadwal pada tingkat operasional sesuai dengan set bagian homogen dari perencanaan taktis, yaitu, mengidentifikasi prosedur spesifik dan proses yang diperlukan di tingkat bawah organisasi, menyajikan rencana aksi atau rencana operasional. Hal ini dihasilkan oleh tingkat organisasi yang lebih rendah, dengan fokus pada kegiatan rutin perusahaan, oleh karena itu, rencana dikembangkan untuk waktu yang singkat.
    Perencanaan Operasional ini dilakukan pada karyawan di tingkat terendah dari organisasi. Membuat perencanaan kecil sebuah organisasi dan merinci bagaimana tujuan akan dicapai. Bahkan, semua titik dasar perencanaan terjadi di tingkat operasional, yang sangat mempengaruhi dan menentukan, bersama dengan, hasil taktik.
    Termasuk tugas-tugas operasional dan skema operasi yang benar dan efisien dalam menjalani sistem pendekatan reduksionis proses khas ditutup. Hal ini dilakukan berdasarkan proses diprogram dan teknik komputasi. Ini mengubah ide menjadi kenyataan, atau mengeksekusi tujuan dari suatu tindakan melalui berbagai rute, jangka pendek pekerjaan umumnya kurang dari 1 tahun.
  4. Perencanaan Normatif
    Mengacu pada penciptaan standar, kebijakan serta peraturan yang ditetapkan untuk operasi organisasi. Hal ini bergantung pada pembentukan standar, metodologi dan metode untuk berfungsinya kegiatan yang direncanakan.
    Standar-standar tentang pendirian aturan dan / atau undang-undang dan / atau kebijakan dalam setiap kelompok atau organisasi, terutama untuk menjaga pengendalian, pemantauan dan pengembangan perencanaan dan pengembangan standar dan kebijakan. Perencanaan berhubungan erat dengan desain struktur organisasi. Ini berlaku di daerah yang sangat spesifik, yang umumnya adalah mereka yang mengawasi dan menentukan aspek pada tingkat lainnya tidak dapat dipisahkan.

Sumber :

 

PERILAKU DALAM ORGANISASI

(PERSETERUAN SEA WORLD DENGAN ANCOL)

Tempat wisata yang merupakan ikon DKI Jakarta Seaworld untuk sementara akses masuknya ditutup. Penutupan tersebut dilakukan oleh pihak PT. Pembangunan Jaya Ancol.

Pantauan di lokasi Selasa (30/9/2014), lahan wahana laut seluas 3 hektare ini dipagari oleh besi sehingga menutup datangnya pengunjung ke Sea World. Sekitar 5 satpam tampak berjaga di depan akses masuk ke Seaworld dan memberitahukan setiap pengunjung apabila Sea World ditutup.

Di pagar besi tersebut terdapat sebuah spanduk pengumuman berukuran 2×1 meter. Di spanduk tersebut tertulis “Bahwa terhitung sejak diterbitkan surat pemberitahuan ini, sarana rekreasi dan fasilitas-fasilitas yang ada pada undersea world tertutup sementara untuk umum”. Adapun pengumuman pemberitahuan tersebut atas nama PT. Pembangunan Jaya Ancol, Tbk.

Presiden Direktur Seaworld, Yongki Salim mengatakan pemagaran dilakukan pihak PT. Pembangunan Jaya Ancol sejak Sabtu (27/9) sore. Menurutnya, penutupan tersebut dilakukan secara sepihak.

“Seaworld tidak pernah menutup operasional, kita seaworld tetap buka. Istilah kasarnya pengunjung kami dihalang-halangi masuk ke Seaworld,” kata Yongki di Seaworld, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (30/9/2014).

Yongki menyayangkan perlakuan sepihak Ancol terhadap Seaworld dengan menutup akses masuk bagi pengunjung. “Kita sayangkan tindakan sepihak ini mengakibatkan kerugian Seaworld dan juga pihak Ancol,” ucapnya.

Yongki menjelaskan, mereka menunggu putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara tentang kontraknya dengan pihak Ancol. Pada tahun ini memang kontrak Seaworld dengan Ancol telah habis, sejak penandatanganan kontrak tahun 1994 untuk jangka waktu 20 tahun.

PT Pembangunan Jaya Ancol pun membawa sengketa perjanjian pengelolaan wahana rekreasi undersea world oleh PT Sea World Indonesia ke Mahkamah Agung.

Ancol telah mengambil langkah hukum setelah Sea World tidak mematuhi kontrak perjanjian yang berakhir pada Juni 2014 lalu.

Kuasa Hukum PT Pembangunan Jaya Ancol Iim Zovito Simanungkalit mengatakan, keputusan membawa sengketa ini ke MA setelah putusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) dibatalkan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada 30 September 2014 kemarin.

Yongki menjelaskan bahwa dalam persyaratan perpanjangan kontrak, dijelaskan selambat-lambatnya 1 tahun sebelum jangka waktu kontrak habis. Tapi kita sudah melakukan permohonan perpanjangan kontrak sejak tahun 2011. Tapi permohonan perpanjangan kontrak diabaikan Ancol,

Yongki mengaku permasalahan dengan Ancol telah dirundingkan secara bersama. “Tapi pihak Ancol lebih suka masuk ke ranah hukum ke BANI (Badan Arbitrase Nasional Indonesia), proses Bani sudah terlampaui, dan kita dikalahkan di Bani kemarin Juni,” terang Yongki.

“Sebagai pemegang hak eksklusif pengelolaan Ancol, seharusnya kami punya hak untuk memperpanjang kontrak. Terlebih kami sudah memiliki rencana jangka panjang untuk pengembangan Seaworld,” sambungnya.

Meskipun, pengunjung dilarang memasuki Seaworld oleh pihak Ancol, namun Yongki memastikan, Seaworld tetap akan beroperasi seperti hari biasanya.

“Kami akan terus beroperasi hingga ada kejelasan putusan dari pengadilan negeri,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari pihak Ancol. Sebelumnya saat dihubungi seorang staf di Ancol meminta agar mengontak pengacara.

Kedua belah pihak memang telah mengambil jalur hukum terkait sengketa perjanjian yang dibuat 20 tahun lalu itu. Iim mengatakan, pada intinya putusan BANI pertama menyatakan bahwa masa perjanjian PT Sea World Indonesia dan Ancol telah berakhir.

Kedua, putusan BANI menyebutkan, jika hendak memperpanjang maka harus dibuat perjanjian baru. “Namun, Pengadilan Negeri Jakarta Utara membatalkan putusan BANI. Nah, itu dimenangkan (Sea World),” kata Iim kepada Kompas.com, Rabu (1/10/2014).

Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Utara memutuskan perjanjian antara Ancol dan Sea World berada dalam status quo. Artinya, masing-masing pihak tidak boleh melakukan apa-apa. “Dalam pengertian, mereka (Sea World) tidak boleh menjual tiket dan saya (Ancol) tidak boleh mengambil alih langsung,” ujar Iim.

Atas dasar itu, pihaknya akan mengambil langkah hukum ke MA. Namun, Ancol masih menunggu berkas putusan PN Jakarta Utara diterima. “Kalau dari kami, akan tetap ikuti proses hukum. Kami akan ajukan ini ke MA,” ujarnya.

Dalam perjanjian yang dibuat tahun 1992, Sea World mengelola wahana itu hingga Juni 2014 lalu.

Akan tetapi, Sea World dianggap tidak mematuhi perjanjian itu dan tetap beroperasi secara komersial. “Kami sudah minta Sea World hentikan operasional komersial mereka dan memberitahu masyarakat, tetapi mereka tidak mau,” kata Iim kepada Kompas.com, Rabu (1/10/2014).

Iim mengklaim, pihak Sea World justru menyatakan akan tetap beroperasi karena merasa perjanjian akan diperpanjang otomatis hingga tahun 2034. Namun, kubu Ancol merasa keberatan dengan hal ini. Apalagi, lanjut Iim, Sea World memakai lahan milik Ancol.

“Kami dari Ancol keberatan. Seharusnya ada perpanjangan perjanjian lagi, ada hitung-hitungan baru,” ujar Iim. Oleh karenanya, akhir pekan lalu Ancol melakukan penutupan terhadap operasional komersial Sea World.

Hanya pekerja dan karyawan Sea World yang tetap diperbolehkan bekerja, seperti merawat ikan-ikan. “Karyawan dan direksi boleh masuk. Pekerja juga, karena ikan di sana itu kan harus tetap terawat. Hanya saja, kami melarang penjualan tiket, jadi tidak dilakukan,” ujar Iim.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, pintu masuk menuju Sea World telah ditutup dengan pagar. Area rekreasi tersebut juga sepi dari pengunjung. Terlihat beberapa petugas keamanan berjaga di bagian depan pagar yang ditutup.

Bahkan kisruh sengketa antara PT Pembangunan Jaya Ancol sebagai BUMD dengan wahana air Sea World membuat pihak Polres Jakarta Utara mencoba menjadi penengah.

Namun pertemuaan kedua belah pihak yang dilakukan di ruangan Rupatama lantai 3 Polres Jakarta Utara dimulai sejak pukul 10.30 WIB berlangsung secara tertutup hingga kini belum rampung.

Untuk diketahui, sengketa kontrak wahana rekreasi Sea World seluas tiga hektar tersebut sudah ditutup sejak 27 September lalu.

Namun pihak Sea World mengklaim jika wahana tersebut tetap buka. Mereka merasa, penutupan oleh pihak PT Jaya Ancol sudah menghalang-halangi pengunjung yang ingin masuk.

Sumber :

http://news.detik.com/read/2014/09/30/180736/2705685/10/2/ada-sengketa-akses-menuju-seaworld-ancol-ditutup

http://megapolitan.kompas.com/read/2014/10/01/14175371/Ini.Sengketa.yang.Membelit.Ancol.sehingga.Wahana.Sea.World.Ditutup

http://megapolitan.kompas.com/read/2014/10/01/13434851/Ancol.Tutup.Wahana.Rekreasi.Sea.World.Ini.Sebabnya

http://www.wartabuana.com/read/46170-polres-jakut-tengahi-konflik-ancol-vs-sea-world.html&ct=ga&cd=CAIyGmRlMDVhMzZkZTdmNjQ0NWE6Y29tOmlkOklE&usg=AFQjCNHu1BBdJr5gD85siFSbdt55SPVvSQ

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s