Psikoterapi (3.D)

Standard

Terapi Humanistik-Eksistensial

Terapi Humanistik Eksistensial berpijak pada premis bahwa manusia tidak bisa melarikan diri dari kebebasan dan bahwa kebebasan dan tanggung jawab saling berkaitan.

A. Konsep-konsep utama :

  1. Kesadaran diri
    Manusia memiliki kesanggupan untuk menyadari dirinya sendiri, suatu kesanggupan yang unik dan nyata yang memungkinkan manusia mampu berpikir dan memutuskan. Semakin kuat kesadaran diri itu pada seseorang, maka akan semakin besar pula kebebasan yang ada pada orang itu.
  2. Kebebasan, tanggung jawab, dan kecemasan
    Kesadaran atas kebebasan dan tanggung jawab bisa menimbulkan kecemasan yang menjadi atribut dasar pada manusia. Kecemasan eksistensial juga bisa diakibatkan oleh kesadaran atas keterbatasannya dan atas kemungkinan yang tak terhindarkan untuk mati (nonbeing).
  3. Penciptaan makna
    Manusia itu unik, dalam arti bahwa dia berusaha untuk menemukan tujuan hidup dan menciptakan nilai-nilai yang akan memberikan makna bagi kehidupan

B. Unsur-Unsur Eksistensial-Humanistik

  1. Tujuan Eksistensial-Humanistik
    • Agar klien mengalami keberadaanya secara otentik dengan menjadi sadar atas keberadaan dan potensi-potensi.
    • Meluaskan kesadaran diri klien dan meningkatkan kesanggupan pilihannya.
    • Membantu klien agar mampu menghadapi kecemasan sehubungan dengan tindakan memilih diri.
  2. Peran dan Fungsi Konselor
    Menurut Buhler dan Allen, para ahli psikologi humanistik memiliki orientasi bersama yang mencakup hal-hal berikut :

    • Mengakui pentingnya pendekatan dari pribadi ke pribadi.
    • Menyadari peran dari tanggung jawab terapis.
    • Mengakui sifat timbal balik dari hubungan terapeutik.
    • Berorientasi pada pertumbuhan.
    • Menekankan keharusan terapis terlibat dengan klien sebagai suatu pribadi.
    • Mengakui bahwa putusan dan pilihan akhir terletak ditangan klien.
    • Memandang terapis sebagai model, dalam arti bahwa terapis dengan gaya hidup dan pandangan humanistiknyatentang manusia secara implisit menunjukkan kepada klien potensi bagi tindakan kreatif dan positif.
    • Mengakui kebebasan klien untuk mengungkapkan pandangan dan untuk Mengembangkan tujuan-tujuan dan nilainya sendiri.
    • Bekerja ke arah mengurangi ketergantungan klien serta meningkatkan kebebasan klien.

C. Teknik terapi

Tidak seperti kebanyakan pendekatan terapi, pendekatan eksistensial-humanistik tidak memiliki teknik-teknik yang ditentukan secara ketat. Metode-metode yang berasal dari terapi gestalt dan analisis transaksional sering digunakan, dan sejumlah prinsip dan prosedur psikoanalisis bisa diintegrasikan ke dalam pendekatan eksistensial humanistik.

Dalam konseling humanistik terdapat  teknik-teknik konseling , yang mana sebelum mengetahui teknik-teknik konseling tersebut terdapat beberapa prinsip kerja teknik humanistik antara lain :

  • Membina hubungan baik (good rapport).
  • Membuat klien bisa menerima dirinya dengan segala potensi dan keterbatasannya.
  • Merangsang kepekaan emosi klien.
  • Membuat klien bisa mencari solusi permasalahannya sendiri.
  • Mengembangkan potensi dan emosi positif klien.
  • Membuat klien menjadi adequate.

Referensi :

Corey, G. (1999). Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Bandung : PT. Refika Aditama.

Untuk menuju materi selanjtunya klik disini

One response »

  1. Pingback: Psikoterapi (3.C) | Welcome to My World

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s