Psikoterapi (3.E)

Standard

Pendekatan Psikoanalitik

A. Konsep utama

  1. Struktur kepribadian
    Terdapat tiga system dari struktur kepribadian yaitu; id, ego, superego. Ketiganya adalah nama bagi proses-proses psikologis dan jangan dipikirkan sebagai agen-agen yang secara terpisah mengoperasikan kepribadian; merupakan fungsi-fungsi kepribadian sebagai keseluruhan ketimbang sebagai tiga bagian terasing satu sama lain. Id adalah komponen biologis, ego adalah komponen psikiologis, sedangkan superego merupakan komoponen sosial.
  2. Pandangan tentang sifat manusia
    Pandangan Freudian tentang sifat manusia pada dasarnya pesimistik, deterministic, mekanistik, reduksionistik. Menurut Freud, manusia di determinasi oleh kekuatan-kekuatan irasional, motivasi-motivasi tak sadar, kebutuhan-kebutuhan dan dorongan-dorongan biologis serta naluriah, peristiwa psikoseksual yang terjadi selama lima tahun pertama dari kehidupan.
  3. Kesadaran dan ketidaksadaran
    Ketidaksadaran tidak bisa dipelajari secara langsung; ia bisa dipelajari dari tingkah laku. Ketidaksadaran itu menyimpan pengalaman-pengalaman, ingatan-ingatan, dan bahgan-bahan yang direpresi. Bagi freud, kesadaran merupakan bagian terkecil dari keseluruhan jiwa, seperti gunung es yang mengapung yang bagian terbesarnya berada dibawah permukaan air, bagian jiwa yang terbesar berada dipermukaan kesadaran.
  4. Kecemasan
    Kecemasan adalah suatu keadaan tegang yang memotivasi kita untuk berbuat sesuatu. Fungsinya adalah memperingatkan adanya ancaman bahaya – yakni sinyal bagi ego yang akan terus meningkat jika tindakan-tindakan yang layak umtuk mengatasi ancaman bahaya tersebut itu tidak diambil. Ada tiga macam kecemasan; kecemasan realistik, kecemasan neurotik, dan kecemasan moral.
  5. Mekanisme-mekanisme pertahanan ego
    Mekanisme pertahanan ego membantu individu mengatasi kecemasan dan mencegah terlukanya ego. Mekanisme-mekanisme pertahanan yang digunakan oleh individu bergantung pada taraf perkembangan dan derajat kecemasan yang dialaminya. Makanisme-mekanisme pertahanan sama-sama memiliki dua ciri; menyangkal atau mendistorsi kenyataan, dan beroperasi pada saraf tak sadar. Brikut ini adalahbeberapa bentuk mekanisme pertahanan diri yaitu; penyangkalan, proyeksi, fiksasi, regresi, rasionalisasi, sublimasi, displacement, represi, formasi reaksi.
  6. Perkembangan kepribadian
    Perkembangan kepribadian terdiri dari; pentingnya perkembangan awal menurut freud tiga area perkembangan personal dan social (cinta dan rasa percaya, penanganan perasaan-perasaan negative, dan pengembangan penerimaan yang positif terhadap seksualitas) itu berlandaskan lima tahun pertama dari kehidupan. Tahun pertama kehidupan (fase oral) dari lahir sampai akhir usia satu tahun seorang bayi menjalani fase oral dengan menghisap buah dada ibu dan memuaskan segala kebutuhannya karena mulut dan bibir merupakan zone-zone orogeny yang peka selama fase oral ini. Usia satu sampai tiga tahun (fase anal) bermula dari tahun kedua dan berlanjut hingga tahun ketiga fase anal menjadi memiliki arti penting bagi pembentukkan kepribadian karena akan merasakan tuntutan, frustasi, rasa memiliki kekuatan, kemandirian, serta rasa otonom. Usia tiga sampai lima tahun (fase falik) ini adalah fase ketika kesanggupan- kesanggupan untuk berjalan, berbicara, berfikir dan mengendalikan otot berkembang pesat, selama itu juga anak perlu belajar menerima perasaan-perasaan seksualnya sebagai hal yang alamiah dan belajar memandang tubuhnya sendiri secara sehat.

B. Unsur-Unsur Pendekatan Psikoanalitik

  1. Tujuan Terapi
    Tujuan terapi psikoanalitik adalah membentuk kembali struktur karakter individual dengan membuatsadar hal yang tidak disadari di dalam diri klien. Proses trapeutik difokuskan pada upaya mengingat kembali pengalaman-pengalaman di masa lampau.
  2. Fungsi dan Perdan Terapis
    Karakteristik psikoanalisis adalah, terapis membiarkan dirinya hanya berbagi sedikit perasaan dan pengalamannya, sehingga klien dapat memproyeksikan dirinya kepada terapis.Terapis terlebih dahulu harus membangun hubungan yang baik dengan klien, kemudian mendengarkan dan menafsirkan. terpais memberikan perhatian terhadap penolakan-penolakan yang dialakukan klien. sementara sebagian besar yang dilakukan klien berbicara, terapis bertugas untuk  mendengarkan dan berusaha mengetahui kapan harus membuat penafsiaran-penafsirang yang tepat untuk proses penyingkapan hal-hal yang tidak disadari.
    Fungsi utama terapis adalah mengajarkan proses-proses kepada klien, sehingga klien memperoleh pemahaman terhadap masalah-masalahnya sendiri, mengalami peningkatan kesadaran atas cara-cara untuk berubah dan memperoleh kendali yang lebih rasional atas kehidupannya sendiri.

C. Teknik-Teknik Terapi

  1. Asosiasi bebas
    Analisis meminta kepada klien agar membersihkan pikirannya dari pemikiran-pemikiran dan renungan-renungan sehari-hari serta sebisa mungkin mngatakan apa saja yang melintas dipikirannya betapapun menyakitkannya, tolol, remeh, tidak logis, dan tidak relevan kedengarannya. Cara yang khas ialah klien berbaring di atas balai-balai sementara analisis duduk dibelkangnya sehingga tidak mengalihkan perhatian klien pada saat asosiasi-asosiasinya mengalir bebas.
  2. Penafsiran
    Suatu prosedur dasar dalam menganalisis asosiasi-aosiasi bebas, mimpi-mimpi, resistensi-resistensi, dan transferensi-tranferensi. Prosedurnya terdiri atas tindakan-tindakan anlisis yang menyatakan, menerangkan, bahkan mengajari klien makna-makna tingkah laku yang dimanifestasikan oleh mimpi-mimpi, asosiasi bebas, resistensi-resistensi, dan oleh hubungan terapeutik itu sendiri.fungsi-penafsiran-penafsiran dalah mendorong ego untuk mengasimilasi bahan-bahan baru dan mempercepat proses penyingkapan bahan tak sadar lebih lanjut.
  3. Analisis mimpi
    Sebuah prosedur yang penting untuk menyingkap bahan yang tak disadari dan memberikan kepada klien pemahaman dan beberapa area masalah yang tidak terselesaikan. Mimpi-mimpi mempunyai dua taraf isi; isi laten (terdiri atas motif-motif yang disamarkan, tersembunyi, simbolik, dan tak disadari) dan isi manifest (impian yang sebagaimana tampil pads pada si pemimpi).
  4. Analisi dan penafsiran resistensi
    Sebuah konsep fundamental dalam praktek terapi psikoanalitik, adalah suatu yang melawan kelangsungan terapi dan mencegah klien mengemukakan bahan yang tak disadari. Freud memandang resistensi sebagai dinamika tak sadar yang digunakan oleh klien sebagai pertahanan terhadap kecemasan yang tidak bias dibiarkan, yang akan meningkat jika klien menjadi sadar atas dorongan-dorongan dan perasaan-perasaannya yang di represi itu.
  5. Analisis dan penafsiran transferensi
    Teknik ini adalah teknik yang utama dalam psikoanalisis, sebab mendorong klien umtuk menghidupkan kembali masa lampaunya dalam terapi. Ia memungkinkan klien mampu memperoleh pemahaman atas sifat dan fiksasi-fiksasi dan deprivasi-deprivasinya, dan menyajikan pemahaman tentang pengaruh masa lampau terhadap kehidupan sekarang.

Referensi :

Corey, G. (1999). Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Bandung : PT. Refika Aditama.

One response »

  1. Pingback: Psikoterapi (3.D) | Welcome to My World

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s